Postingan

TERAS

  Teras Karya, Maspupah septiani Suatu hari di teras depan rumah yang terdapat dua kursi kayu yang ditengahnya ada sebuah meja. Diteras itu ada sebuah taman kecil milik ayah, ada beberapa tanaman kesayangan ayah. Beberapa bulan ini ayah menyukai hobi memelihara tanaman bonsai. Setiap pagi dan sore selalu ia siram, kadang rantingnya digunting untuk membentuk yang diinginkannya. Sebuah kegiatan yang baru setelah dan sebelum ia berangkat bekerja.                  Pagi ini ia tampak sedang menyeruput kopi hitam sambil memperhatikan bonsai-bonsainya, lalu diatas meja ada sepiring pisang goreng kesukaannya, yang selalu membuat ibu malas jika ada pisang, ayah selalu meminta untuk digoreng. Dan mau tidak mau ibu yang tidak punya terigu harus membelinya terlebih dahulu. Rasanya aku sudah bosan dengan pisang goreng. Tetapi entah kenapa ayah sangat menyukai pisang goreng? Aku jarang sekali berbicara bersama ayah ...

Uang Lima Ratus Rupiah

  Uang lima ratus rupiah Karya, Maspupah Septiani      A ku merasa tidak berguna, bagaimana hidupku penuh dengan hinaan. Aku sempat menyesali untuk hidup. Dulu aku begitu dijunjung tinggi, orang-orang menghargaiku, membawaku kemanapun dan aku bisa membuat perut manusia kenyang.      Kini berbeda. Orang menggunakan aku hanya untuk memberikannya ke tukang parkir atau menggunakan aku sebagai kerokan, yang digosok pada permukaan kulit yang kotor.      Tidak ada lagi harga dalam hidupku. Aku sempat ingin dihilangkan oleh para manusia yang serakah. Aku diambang ketakutan yang sangat besar.      Aku menangis berderai air mata, di pojok kamar yang sangat sempit aku termangu. Begitu buruknya aku?      Ina. Memasuki kamarnya yang sempit, lalu matanya bergerak kesana kemari mencari sesuatu. Disibakan selimut, namun tidak ada. Lalu diatas meja belajar, tidak ada. Dan hingga akhirnya matanya menangkap sesuatu y...

Sebentar

Gambar
       Sebentar Karya, Maspupah Septiani      S uasana penuh dengan duka. Kesedihan yang sangat mendalam dirasakan keluarga, apalagi orang tua. Kepergian gadisnya, secara tiba-tiba membuat ibunya sangat terpukul. Para saudara, tetangga dan sahabat mengunjungi rumah duka.      Mentari pagi ini terasa lebih cerah, namun entah mengapa rasanya begitu mendung. Dibawah pohon yang rindang, tanah merah yang sedikit basah akibat hujan semalam. Orang-orang berkumpul melihat jasad yang dimasukkan ke liang lahat tempat peristirahatan terakhirnya.      Isakan yang terdengar sangat pilu dan menyayat hati. Saudaranya merangkulan bahu ibunya sangat erat, mencoba untuk tetap tegar dalam menghadapi kehidupan ini. Doa dan ucapan turut berduka cita menguatkan hati untuk menerima dengan ikhlas bahwa semuanya akan kembali kepada-Nya.      Tanah itu sudah dipenuhi oleh bunga, ditatap papan itu dengan nama, tanggal lahir dan ...

Bukan Cerita Kabayan

  Bukan cerita Kabayan Karya, Maspupah Septiani H idup sudah setengah abad. Rasmi, perempuan paruh baya menikah dengan laki-laki yang dulu sangat mencintainya. Laki-laki itu bernama Fardi. Fardi menikah dengan Rasmi empat puluh tahun yang lalu.      Rasmi di karuniai dua orang anak. anak pertama dia adalah perempuan, dia sudah menikah. Dan anak kedua dia adalah laki-laki.      Mereka tinggal di sebuah rumah yang sederhana, dengan halaman rumah yang terdapat sebuah teras yang terbuat dari bambu, yang sudah terlihat reyot.      Setiap hari Rasmi harus pergi ke ladang untuk mengembala kambing yang dia punya. tetapi jika musim cocok tanam ataupun panen, orang atau tetangga akan menyuruhnya bekerja di sawah – nya. Atau istilahnya Kuli di sawah orang lain dan dibayar dengan upah.      Sama dengan Aki Fardi sebutan orang-orang. Dulu, sebelum dia pikun , dia mempunyai peliharaan yaitu sapi. Itupun sepuluh tahun yang lal...

Fani, "deadliners"

  Fani, “ deadliners”  Karya, Maspupah Septiani      S uara hewan malam yang berbunyi mengisi malam sunyi. Didalam kamar dengan lampu yang temaram, seseorang sedang duduk diatas karpet membungkuk sambil mengerjakan tugas dari dosennya. Wajahnya sangat serius dan beberapa kali menghela nafas berat.      Beberapa buku berserakan disekitarnya. Waktu sudah menunjukan pukul sebelas malam, sesekali mulutnya menguap lebar, mata yang berair dan beberapa kali mengganti posisi belajarnya.      Tepat pukul dua belas malam, Fani. Merenggangkan ototnya yang kaku, kemudian menghela nafas dan mengeluarkannya secara kasar.      Fani memeriksa lagi tugas yang sudah diselesaikannya, matanya bergulir ke kanan dan ke kiri, sesekali dahinya mengernyit dan juga tampak berpikir. Tugas hari ini cukup menguras otaknya.      Setelah selesai, Fani mulai merapikan buku-buku yang berserakan kemudian di simpan dirak bu...
  ES KRIM UNTUK KINAN -----      G adis kecil berkulit cokelat sedang merengek kepada ibunya, yang sedang duduk sembari membujuk anaknya yang sedang meminta es krim.      Berbagai macam cara ibunya membujuk anaknya supaya tidak menangis. Lantas ibu menggendong tubuh gadis kecil itu kepangkuannya.      “Cup cup cup… nanti ya, uangnya minta sama bapak.” ibu menatap si kecil dengan hangat dan menggendongnya kesana kemari, menenangkan.      Tangis gadis kecil itu tampak mereda, namun masih ada segukan yang keluar dari mulutnya akibat menangis terlalu lama.      Kemudian ibu mengusap air mata di pipinya dan mengelus rambut yang menutupi dahinya dengan sayang.      “Mah, nanti kalau Bapak datang. Kinan mau es krim, es krim yang pake wadah itu.” Kinan, ucap gadis kecil itu yang terus mengadu kepada ibunya yang sesekali mengusap hidungnya yang keluar ingus. “Yang kaya Bibi beli itu,” Lan...
Gambar
  REUNI      Reuni. acara yang cukup Kala hindari, kenapa? Karena menurutnya reuni itu ajang untuk menyombangkan diri dan pamer. Entah itu karir, pasangan dan juga anak. Bukannya tidak mau bertemu dengan teman lama apalagi mengingat masa lalu yang menyenangkan dan memalukan.      Kala sangat membenci acara itu. Apalagi harus bertemu dengan mantan gebetan yang sangat menyebalkan dan membuatnya trauma akan cinta. Mau tidak mau Kala harus menerima ajakan temannya.      Kala dandan secantik mungkin, karena Kala tidak mau tidak ada perubahan setelah 6 tahun tidak bertemu dan pastinya ingin membuat dia menyesal.      Disebuah tempat wisata yang sudah di booking untuk acara reuni SMP. Pertama menginjakan kaki di tempat, Kala selalu berdoa didalam hati ‘semoga tidak bertemu dengan dia’ . Ketika sedang melamun Kala tersentak, karena seseorang menyapanya.      “Hai, Kala. apa kabar?” Sapa Runi yang kini...
Gambar
  Datang dan pergi      Hai… Kenalin nama aku Fita.   Aku mau sedikit bercerita tentang kisah cinta yang aku alami. Tentang laki-laki yang aku kenal satu tahun yang lalu, Dia bernama Dika. Dika memiliki sifat yang sangat cuek, tidak romantis dan juga kaku. Kisah cinta yang menurut ku sedikit membosankan.      Berkenalan melalui pesan singkat. pertama kali bertemu dengannya satu minggu kemudian setelah bertukar pesan. Di depan kantor ketika aku mau pulang kerja dan pada saat itu sedang turun hujan. Tiba-tiba Dika menawarkan untuk mengantarkan pulang padahal aku membawa motor bagaimana dirinya mau mengantarkan pulang?      Tetapi aku sangat senang jika diantarkan pulang dengan dia berada dibelakang,seperti dikawal. Memikirkannya saja terkekeh geli. Tetapi, setelah menunggu beberapa menit kemudian dan aku yang sudah daritadi kehujanan, kembali menghubungi Dika.      Akhirnya aku memilih pulang sendiri karena baju...
Gambar
Cinta Rani Perempuan tinggi, cantik, dengan rambut yang dibiarkan tergerai. Matanya sedikit sembab dan hidung yang memerah. Hanya malam yang menjadi saksi, menumpahkan segala isi hati. Hari kemarin membuatnya harus menguras emosi, bagaimana tidak lelaki yang mebuatnya nyaman dan memberikan warna setiap harinya. Kini menghilang. Menghilang, seolah tidak terjadi apa-apa. Lalu perasaannya selama ini. Apa ini sebuauh permainan? Rani perempuan itu. Dia sudah jatuh pada sosok Aldi, mungkin kata orang terlihat biasa saja tidak ada yang istimewa darinya. Namun bagiku dia adalah sosok yang membuat aku bahwa yang aku butuhkan sekarang seakan terpenuhi. Dia menjadi pendengar yang baik, dia mengajarkan aku bagaimana menghargai, dan dia membuat aku nyaman. Perkenalanku dengannya memang dari orang lain. Dia adalah temannya yang diperkenalkan denganku. Walaupun umur dibawah satu tahun dengan ku tetapi dia bersikap dewasa. Jika laki-laki lain mengajak bertemu di tempat lain, tetapi laki-...
  “RURI MANJA”     Pada suatu hari   rumah yang sangat hangat, dan nyaman. Dirumah itu hidup keluarga yang sangat bahagia. Ayah, ibu, dan aku. Kenalkan aku ruri, si manis yang suka cokelat.     Aku bahagia masih mempunyai kedua orang tuaku. Mereka selalu memanjakan aku dengan selalu apa yang aku inginkan mereka berikan.     Aku bersekolah. Aku selalu juara kelas, walaupun aku manja aku selalu belajar membanggakan kedua orang tuaku. Teman-teman aku banyak, tetapi sebagian mereka hanya memanfaatkan aku karena ingin menyontek.     Aku menikmati masa sekolah, aku ingin bercita-cita ingin menjadi orang sukses. Ucapanku waktu aku masih duduk di sekolah dasar.     Orang tua ku bukan dari golongan yang kaya raya namun mereka masih mampu untuk menyekolahkan aku sampai aku SMA.     SMA aku mulai merencanakan bahwa aku ingin melanjutkan ke jenjang selanjutnya seperti teman-teman ku yang lain. Semuanya sudah aku...
  “SI IRI GAJAH”          Di hutan yang rimba banyak sekali jenis pohon tumbuh dan berbagai macam hewan. Suara-suara burung yang bersahutan, angin yang berhembus kencang dan suara gemericik air sungai yang menenangkan.     Ada seekor gajah yang sedang berjalan-jalan menyusuri hutan, sungai dan pemandangan disekitarnya. Setiap langkahnya dia selalu tersenyum entah apa yang membuat dirinya bahagia.          Lalu langkahnya terhenti, dia melihat seekor burung yang sedang bertengger didahan pohon yang tidak jauh dengannya. Kemudian gajah bertanya. “burung, bagaimana kamu bisa bertengger didahan itu?”       Burung itu menjawab dengan membusungkan dadanya. “iya, karena tubuh aku kecil, aku bisa hinggap dimana saja bahkan dipohon yang lebih tinggi.”        Melihat wajah burung yang sombong gajah mendelik. “aku juga bisa sepertimu!” dengan kesal galah melompat untuk mencapai dahan tersebu...